Pengalaman Meditasi Gayatri

Pada awalnya saya begitu asing dengan kata meditasi, terkadang pikiran saya menganggap meditasi itu hanyalah untuk seorang pemangku dan sejenisnya. Setiap mendengar kata meditasi, pikiran saya selalu menganggap mereka yang terlalu fanatik terhadap dirinya dan ajarannya. Dan mereka yang kelihatan selalu sok moralis dan punya ilmu kesaktian. Bagaimana tidak, balian dan sejenisnya selalu menganggap sesuatu itu magis, terkadang banyak yang saling mengadu kesaktian dan kekuatan. Jadi pikiran saya meditasi itu dilakukan bagi golongan orang-orang seperti itu. Setelah saya mengenal meditasi, itu pun karena kejadian buruk yang menimpa saya, akhirnya mata saya terbuka dan sangat memahami apa sesungguhnya meditasi itu. Bagi mereka yang apriori terhadap meditasi, mudah-mudahan cerita saya akan menggugah anda semua untuk lebih memahaminya dan apa sebenarnya makna yang kita lakukan di saat meditasi.

Cerita saya berawal di awal tahun 2009, saat itu saya harus menerima kepergian ibu saya. Akibat kanker getah bening, akhirnya ibu saya harus pergi selamanya. Saya begitu sedih dan syok menerima kejadian ini. Saya sudah berusaha membawanya ke dokter spesialis terkenal di Bali, namun akhirnya saya harus menerima kenyataan pahit . Setelah beberapa lama akhirnya saya sudah tabah menerima kepergian ibu, namun hal pahit lagi saya alami. Saya tidak menyangka kejadian buruk begitu cepat saya alami. Saya kehilangan motor  di tempat kost. Saya begitu syok dan sedih, dan mungkin benci akan kejadian ini. Saya begitu marah pada orang-orang tidak bertanggung jawab itu. Bagaimana mungkin saya menerima hal ini, saya susah payah kredit motor namun akhirnya diambil orang-orang tidak bertanggung jawab.

Setelah beberapa waktu, ada niat untuk menanyakan kepada orang pintar, siapa yang mencuri motor saya. Dan tidak hanya satu balian yang saya datangi, ada tiga balian, namun dari ketiganya semuanya beda pendapat. Kemudian atas info teman saya nunas raos ke daerah sibang, badung. Disana saya dikatakan salah pati, salah kawitan. Hal inilah yang menjadi awal saya mengenal dunia spiritual. Saya begitu marah akan nasib yang saya alami, saya menyalahkan keluarga terutama bapak saya tentang kawitan. Atas saran kakak saya, akhirnya saya mencoba beerdoa dan mendekatkan diri saya pada Hyang Widhi. Disinilah awal saya melakukan meditasi, belajar berjapa, dan rajin membaca buku buku agama. Entah mengapa diri saya sangat tertarik pada ajaran agama, dan sudah banyak buku yang saya baca, terus dan terus haus akan siraman rohani.  Saya rajin melakukan japa Gayatri Mantram, awalnya saya lakukan dengan pengucapan dan saya tidak menghitung berapa kali saya ucapkan dalam sekali meditasi. Meditasi saya lakukan di malam hari sebelum tidur, mungkin sekitar 30 sampai 60 menit. Sampai suatu hari saat meditasi saya begitu tersentak akan apa yang saya alami.

Saat berjapa, dalam benak saya seperti ada kilatan cahaya, dan jantung saya terasa pecah, saya sangat kaget dan terdiam sejenak. Saya tidak tahu meski apa yang dilakukan selanjutnya. Kemudian karena merasa  takut untuk melanjutkan berjapa, saya mengakhiri meditasi dengan perasaan takut dan tanda tanya.

4 komentar:

  1. ketut sudiana15 Juni 2013 00.05

    Om Swastiastu ,
    Mohon disertakan juga alamat lengkap beserta No Telp / Hp yang bisa dihubungi sehingga umat yang lain bisa saling ber interaksi dengan narasumber / penulis

    Ketut Sudiana
    0812 914 4718

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

      Hapus
  2. Pengalaman Bapak sangat luar biasa, apakah Bapak pernah mencoba teknik Transcendental Meditasi? Cek disini..
    http://www.meditasitransendental.net/2014/02/apa-itu-teknik-meditasi-transcendental.html

    semoga bermanfaat

    BalasHapus
  3. ijin ikut belajar dong master ?? nomer hp dan pin bb dong. atau nomer togel aja kalau kagak punya no hp. eh...iklan itu nomer hp pak master ya ??

    BalasHapus

YANG PALING SERING DIBACA